Seni Batik Lasem

Lembar-lembar kain batik lasem menyimpan jejak tentang akulturasi etnis Jawa dan Tionghoa yang telah berumur ratusan tahun. Jejaknya terekam pada motif-motif batik lasem yang beragam serta warna merah getih pitik-nya yang identik dan tersohor ke seluruh penjuru negeri.

Produk batik di Lasem sudah lama dikenal sejak masa kejayaan Majapahit. Dalam perjalanannya, batik lasem telah menyerap berbagai bentuk interaksi budaya dan perubahan mengingat letaknya yang dipesisir sehingga banyak terpengaruh budaya luar. Terutama saat kedatangan Laksmana Cheng Ho di bumi Lasem yang membawa pengaruh beragam aksara han, motif naga, kilin, burung hong dari Tiongkok yang dikombinasikan dengan motif khas Lasem, seperti sekar jagad, latohan,  kricak.

Ciri-ciri batik di masa Majapahit dengan warna dasarnya putih dan didominasi warna coklat muda dan biru tua. Pada saat itu,  banyak digunakan warna bahan alami, seperti dari tumbuhan dan akar tanaman. Baru setelah kedatangan Cheng Ho, warna-warna batik Lasem lebih cerah, didominasi warna merah yang identik dengan keberanian dan keberuntungan. Adapun Kalau soal warna, lasem memang dominan merah, merah getih pitik. Menurut ahli dari Jepang, ini karena air di Lasem mengandung mineral tertentu yang kalau dipersenyawakan dengan bahan kimia menghasilkan warna merah cemerlang.  Namun, Saat ini, perubahan warna merah lasem sudah cukup drastis. Hanya sebagian yang warnanya masih sama dengan merah klasik laseman.

Info Geografi

Lasem terletak di kabupaten Rembang di timur laut provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Lasem terletak di kabupaten Rembang di timur laut provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Koleksi Batik Tulis Lasem

Rp1.100.000
Rp825.000